Buku

Cinta Tak Sesederhana Panca In Dira

Cinta Tak Sesederhana Panca in Dira

Perbedaan latar belakang, suku, bahkan agama kerap menjadi halangan dalam hubungan percintaan belakangan ini. Oleh karena itu, Robby, penulis novel Panca In Dira mengangkat apa yang menjadi kegelisahan belakangan ini dalam novelnya

Perbedaan latar belakang, suku, bahkan agama kerap menjadi halangan dalam hubungan percintaan belakangan ini. Oleh karena itu, Robby, penulis novel Panca In Dira mengangkat apa yang menjadi kegelisahan belakangan ini dalam novelnya

Cinta Tak Sesederhana Panca In Dira
Cover Novel Panca In Dira
Oleh Dios Aristo Lumbangaol
 
Di tengah hiruk piruknya zaman, para kawula  muda acap menuangkan kegelisahannya dalam bentuk
kesenangan seperti melakukan hal-hal yang produktif maupun tidak produktif. Salah satu manusia yang berada di Bumi, tepatnya di kota metropolitan bagian utara, Kota Medan, yang merupakan salah satu kawula muda menuangkan kegelisahannya dengan lebih produktif, yaitu dengan sebuah karya tulis yang diberi nama dengan Panca In Dira.
Manusia ini diberi nama Robby Fibrianto Sirait oleh manusia lainnya, di tulisan ini mari kita sebut ia dengan penulis. Si penulis adalah seorang mahasiswa aktif di Universitas Negeri Medan,  Jurusan Sejarah sejak tahun 2014. Penulis kelahiran 27 mei 1997 ini aktif dalam Kelompok Studi Barisan Demokrat (BARSDEM) sebagai wadah ia belajar dan mengasah kekritisannya.
Novel Panca In Dira (PID) menceritakan kisah cinta Panca dan Dira yang bersua oleh keadaan yang mengharuskan mereka berada di sekolah yang sama dalam praktek pengalaman kerja (PPL).
Dira adalah seorang mahasiswa yang kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri Sumatera Utara. Sedangkan Dira, seorang pekerja keras karena keadaan ekonomi keluarganya tidak cukup baik serta memiliki impian untuk mengkuliahkan adik-adiknya, namun disamping itu terbentuk sifat yang individualistis di dalam dirinya karena tujuan hidupnya hanya untuk materil semata. Panca juga kuliah di tempat yang sama dengan Dira, namun berbeda jurusan. Panca berada dalam Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Sedangkan Dira berada dalam Jurusan Pendidikan Ekonomi.
Kehidupan panca dengan Dira sangat berbeda. Panca tampak sangat semerawut, urak-urakan, dan kumal, serta suka melakukan aksi dijalanan. Orientasi hidupnya bukan tentang meteri semata. Menurutnya untuk mendapatkan kebahagiaan tidak hanya melalui uang.
Novel Panca In Dira (PID) terdiri dari 18 bagian dalam 224 total halamanya. Novel ini diterbitkan oleh Deeppublish pada juni 2018.
Yang menjadi menarik dalam novel ini penulis memberikan suasana yang nyata mengenai keadaan saat ini. Jika Pidi Baiq dalam novelnya Dilan yang menceritakan suasana di tahun 90an, dimana Dilan berhubungan pada Milea melalui surat dan telepon gagang. Maka Panca In Dira hadir dengan suasan teknologi yang sudah canggih, dimana untuk berhubungan dengan Dira hanya melalui pesan elektronik dan telpon genggam, namun panca juga tetap menggunakan surat untuk mengirimi dira surat atau puisi, hal lain yang membuat novel ini sangat menarik dimana di zaman sekarang semua hal sudah praktis dan cepat, namun panca hadir dengan kedua zaman tersebut sehingga membuat alur cerita sangat menarik.
Penulis juga tidak pernah ragu dalam menuangkan pikirannya ke dalam cerita. Tampak pada penggunaan bahasa dan logat yang di pakai. Sedikit menjadi ganjal pada novel ini adalah persoalan beda agama dan beda pemikiran adalah awal pemicu konflik pada alur cerita.
Namun hal ini tidak di tuangkan secara utuh dalam alur cerita. Alangkah lebih menariknya bila kedua konflik itu hadir pada setiap bagian cerita. Hal ini juga telah disampaikan oleh Arbi tanjung di awal tulisan novel.
Kita patut mengapresiasi karya anak muda ini, dikarenakan ditengah era milenial belakangan ini, ia masih bisa menyisihkan waktu untuk sesuatu yang produktif. Kita juga berharap akan timbul penulis muda lainnya yang teransang dengan Novel Panca in dira (PID).
Comments

Terpopuler

To Top